SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1438H ---- SELAMA MASA TAYANG PERCOBAAN MOHON UNTUK TIDAK MENGIRIM DOKUMEN PENTING APAPUN MELALUI E-MAIL DEKOPINWIL JABAR SAMPAI KAMI INFOKAN KEMUDIAN. UNTUK PENGIRIMAN DOKUMEN SILAHKAN KONFIRMASI ALAMT E-MAILNYA KE NOMOR TELPON: 022-7320137 ( SEKRETARIAT )

Kamis, 22 Januari 2015

Nurdin Halid Terpilih Kembali Sebagai Ketum Dekopin

Jakarta - Nurdin Halid kembali terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dalam Musyawarah Nasional Dekopin yang digelar pada 7-10 November 2014 di Jakarta. Dalam pemilihan dengan mekanisme voting tertutup, Nurdin Halid yang menjabat Ketua Umum Dekopin periode 2009-2014 menggungguli Sharmila 140 suara dari 524 peserta pemilik hak suara. 

Nurdin Halid memperoleh total suara 330, sedangkan Sarmilah meraih 190 suara. Ada tiga suara abstain satu kertas suara rusak. Pemilik suara dalam Munas Dekopin adalah para ketua Dekopin Wilayah (propinsi), Induk-induk Koperasi, dan para ketua Dekopin Daerah (Dekopinda) seluruh Indonesia. 

“Sebagai orang koperasi, saya sangat bahagia dan bangga mengikuti proses demokrasi dalam pemilihan ketua umum Dekopin kali ini. Meski diwarnai hujan interupsi dan suasana agak panas, namun seluruh peserta menunjukkan kematangan berdemokrasi dan semangat kekeluargaan yang tinggi sebagai jatidiri koperasi,” ujar Nurdin Halid usai pemilihan, Minggu (10/11/2014).

Selain pemilihan Ketua Umum, Munas Dekopin juga memilih Ketua dan anggota Pengawas Dekopin periode 2014-2019. Dari 10 kandidat, Ketua Dekopinwil Jawa Timur Mardjito, GA akhirnya terpilih sebagai ketua. Sedangkan empat anggota yang terpilih masing-masing anggota : Ny. Syahnas Rasyid, Bapak Mayjend TNI (Purn.) H. Rianzi Yulidar, Thamrin Baso, Suparwanto.


Munas Dekopin 2014 juga menghasilkan sejumlah rekomendasi diantaranya 1) mengembalikan logo koperasi ke logo koperasi yang lama, 2) pengalokasian pupuk bersusidi diserahkan kepada Koperasi Unit Desa, 3) agar diperjuangkan PP 46 mengenai pajak, 4) visi koperasi sebagai pilar negara mutlak harus diperjuangkan, 5) UU 17 tahun 2012 yang telah dicabut agar segera diganti, 6) membentuk Bank Koperasi, 7) distribusi barang-barang pokok melalui koperasi, 8) masuknya koperasi dalam kurikulum SMP dan SMA, 9) Dekopin berupaya agar kementerian-kemeterian terkait menghentikan import gula, 10) Dekopin menjadi ujung tombak untuk membangun kerjasama dengan Pemerintah ataupun Swasta.

Dalam sambutannya usai pengambilan Sumpah, Ketua Umum Dekopin terpilih Nurdin Halid menyampaikan beberapa langkah strategis untuk mewujudkan Visi 2045 Koperasi Pilar Negara. Pertama, pemberdayaan koperasi-koperasi perikanan dan kelautan untuk merespons Visi Poros Maritim Dunia pemerintah sehingga koperasi tidak menjadi ‘pemain pinggiran’ di tengah geliat pembangunan maritim di tahun-tahun mendatang. 

Kedua, pemberdayaan koperasi-koperasi pedesaan dan koperasi-koperasi tingkat kelurahan di perkotaan untuk menyambut UU Desa berikut alokasi dana APBN untuk Desa serta beberapa bantuan subsidi pemerintah seperti pupuk, benih, PPM, dan lain-lain. Ketiga, pembentukan bank dan asuransi koperasi untuk mengatasi masalah klasik koperasi-koperasi dalam aspek permodalan dan jaminan risiko bagi petani, peternak, petambak, dan nelayan. 

Keempat, pembangunan RUMAH KOPERASI sebagai “pusat strategi pengembangan koperasi” harus terstrukur dari Dekopin, Dekopinwil, hingga Dekopinda serta didukung oleh pembangunan kantor berikut fasilitas pendukung, terutama terkait manajemen teknologi informasi. Kelima, pembentukan Induk-Induk Koperasi dan pusat-pusat koperasi produsen, konsumen, jasa dan simpan pinjam, termasuk didalamnya mendorong pembentukan koperasi-koperasi kehutanan dan pertambangan. 

Keenam, memasukkan beberapa substansi penting kedalam RUU Perkoperasian yang baru sebagai payung hukum Visi 2045 : Koperasi Pilar Negara. Ketujuh, pembuatan proposal khusus ke Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Budaya maupun Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek terkait usulan memasukkan materi koperasi ke dalam kurikulum pendidikan dan pembentukan koperasi sekolah sebagai tempat praktik nilai-nilai luhur dalam koperasi termasuk praktek demokrasi. 

Kedelapan, Merumuskan secara jelas dan rinci peran pemerintah (parlemen) untuk melanjutkan Visi 2045 : Koperasi Pilar Negara. Kesembilan, Membuat skema kerjasama kemitraan yang terkait yaitu antara koperasi dengan koperasi ditingkat nasional dan internasional, Antara koperasi dan BUMN/BUMD dan Swasta sebagai perwujudan azas kekeluargaan dalam pasal 33 UUD 1945 ayat 1, 2, dan 3, antara koperasi (Dekopin) dengan Kementerian Koperasi dan Kementerian-Kementerian terkait antara lain Kementerian Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan, Petambangan, Industri, Perdagangan, serta Kementerian Luar Negeri (Kedutaan RI di luar Negeri) diplomasi produk-produk koperasi di luar negeri.

Dan yang Kesembilan, menyusun strategis khusus modernisasi organisasi dan manajemen koperasi berbasis teknologi informasi

Dukung Pilar Negara
Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang hadir dan menutup Munas secara resmi juga menyatakan senang dan bangga karena Dekopin sukses menggelar Munas secara damai dan demokratis.  

Mantan Walikota Denpasar dan wakil gubernur Bali itu mengapresiasi Munas Dekopin yang menghasilkan empat keputusan strategis, yaitu tentang Renstra Dekopin 2014-2019, Blueprint Visi 2045 KOPERASI PILAR, Ketua Umum dan Ketua Pengawas Dekopin periode 2014-2019, dan Rancangan RUU Perkoperasian yang baru untuk menggantikan UU No.25 Tahun 2012.

“Saya mengapresiasi Munas Dekopin yang berhasil membuat beberapa keputusan strategis untuk pembangunan koperasi kita di masa depan. Saya optimis koperasi akan menjadi andalan untuk menyejahterakan rakyat karena Bapak Presiden menaruh perhatian besar pada ekonomi rakyat,” ujar Puspayoga. 
Secara khusus Puspayoga mengapresiasi ide besar gerakan koperasi Indonesia tentang Visi 2045 Koperasi Pilar Negara. “Saya selaku Menteri Koperasi dan UKM mendukung gagasan dan tekad gerakan koperasi agar menjadikan koperasi sebagai pilar negara,” kata Puspayoga. 

Karena itu, lanjut Puspayoga, Kementerian Koperasi dan UKM dan Dekopin harus segera membuat database koperasi Indonesia. “Tanpa database yang akurat dan actual, koperasi pilar negara hanya menjadi angan-angan. Karena itu, saya mengajak Dekopin dan seluruh anggotanya untuk bergandengan tangan membangun koperasi-koperasi kita di desa-desa, di kota-kota, dan koperasi nelayan di pesisir pantai-pantai kita,” kata Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga.

Usai menyampaikan pidato, Puspayoga menerima buku berjudul Koperasi Pilar Negara dari Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid. 

“Terima kasih. Buku bagus dan penting sebagai referensi kita tentang gagasan koperasi pilar negara,” kata Puspayoga sambil mencermati cover buku. (ANP)

Sumber : SINDO NEWS / TRIJAYA FM

PETA LOKASI VERSI GOOGLE MAPS